Showing posts with label Materi. Show all posts
Showing posts with label Materi. Show all posts

Cara Download File Disitus Opick Weblog

0
Cara Download File Disitus Opick Weblog
Cara Download File Disitus Opick Weblog
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Kali ini saya akan memberikan tutorial cara mendownload file di situs kesayangan kita semua Opick Weblog. Mungkin ada beberapa file yang sudah tidak bisa didowload karena formatnya sudah mati atau kadaluarsa. Bila ingin file yang Anda download dipulihkan, silahkan hubungi via facebook atau instagram dibawah ini.

Tutorial Download File Cepat dan Mudah

Berikut ini cara download file dari Opick Weblog beserta Passwordnya. Silahkan simak videonya sampai akhir, Terimakasih.
Original post by wajahilmu.blogspot.com (Opick Weblog)

Jawaban UTS Jurnalistik Online

2
CITIZEN JOURNALISM, THE END OF FORTRESS JOURNALISM, JURNALISTIK ONLINE
Author : Muhammad Taufiq Nur
ANALISIS THE END OF FORTRESS JOURNALISM SERTA KAITANNYA DENGAN JURNALISTIK ONLINE

Sebelum membahas kaitan atau hibungan antara The End Of Fortress Journalism dengan Jurnalistik Online, sebaiknya kita ketahui maksudnya terlebih dahulu. The End Of Fortress Journalism dapat diartikan bahwa runtuhnya benteng jurnalisme. Maksudnya adalah hilangnya batasan dari jurnalisme yang di akibatkan oleh banyak faktor seperti, faktor ekonomi dan internet serta beberapa factor yang lain, misalnya kekeuatan pemerintah. Sedangkan Jurnalistik Online sendiri adalah kegiatan jurnalisme yang dilakukan menggunakan media online.

Kaitan antara The End Of Fortress Journalism dengan Jurnalistik Online adalah pengaruh dari media online terhadap hilangnya batasan jurnalisme. Maksudnya adalah media yang semakin berkembang (Internet) menghasilkan jurnalisme baru yang dikenal dengan Jurnalistik Online. Dalam media online sendiri, siapa pun dapat menjadi jurnalis tanpa terkecuali. Namun hal tersebut mengakibatkan hilangnya batasan jurnalistik (kode etik journalis atau kebebasan pers tanpa memperhatikan kode etik). Masyarakat yang dulunya menggunakan media cetak sebagai sumber informasi, kini beralih ke media online. Ini dipengaruhi oleh akses mendapatkan informasi yang lebih cepat. Akan tetapi, berita di media online sangat sulit dikendalikan atau di kontrol, sehingga sering di salah gunakan. Seperti publisitas atau pencitraan tokoh maupun golongan tertentu. Hal tersebut tidak dapat di cegah karena Media Owner atau pemilik media tersebut yang memiliki kuasa penuh atas medianya. Disini lah sering kali dilihat pelanggaran kode etik jurnalis. Jurnalis yang seharusnya memihak kepada masyarakat kini beralih kepada pemilik medianya.

Berita yang ada di media online juga sulit untuk di kendalikan. Karena berita yang di anggap buruk adalah berita yang paling di minati oleh khalayak. Hal tersebut sangat cocok dengan kata sebuah pemeo Inggris “bad news is good news”. 

PENGARUH KONVERGENSI MEDIA TERHADAP CARA KERJA JURNALIS

Konvergensi media adalah pengintegrasian media-media yang ada untuk digunakan dan diarahkan kedalam satu titik tujuan. Konvergensi media biasanya merujuk pada perkembangan teknologi komunikasi digital yang dimungkinkan dengan adanya konvergensi jaringan. Perkembangan teknologi yang memudahkan akses mendapatkan informasi menjadi akar dari munculnya konvergensi media. Banyak Media Cetak yang kini telah mengembangkan versi digitalnya. Namun apakah hal tersebut mempengaruhi cara kerja jurnalis?

Dapat dikatakan bahwa jurnalis wajib mengganti cara kerjanya. Karena pada media online dituntut untuk selalu menghadirkan berita yang aktual dalam kurun waktu 24 jam. Tentunya jurnalis di suatu media harus lebih gencar lagi dalam mencari informasi yang bisa di jadikan berita. Dari sisi baiknya, khalayak jadi lebih cepat mendapatkan berita yang di inginkan. Namun di sisi lain, hal tersebut dapat mempengaruhi etos kerja seorang jurnalis. Beberapa jurnalis jadi mencoba menginformasikan apa pun yang di anggap dapat menjadi berita tanpa filter terlebih dahulu.

MANFAAT DARI TRENDING TOPIK TWITTER, FACEBOOK, DAN BERAGAM SUMBER ONLINE LAINNNYA BAGI SEORANG JURNALIS

Sumber online seperti sosial media sangat bermanfaat bagi jurnalis masa kini. Karena trending topik atau hal yang paling sering di bicarakan baik itu, di twitter, facebook, dan sumber online ainnya kini dapat menjadi acuan berita. Manfaat terbesar dari tending topik pada sosial media bagi seorang jurnalis adalah mudahnya menentukan mana yang harus di jadikan berita (mempunyai nilai berita) karena di cari oleh banyak orang.

Topik hangat dalam media online atau jejaring sosial memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi oleh masyarakat. Hal tersebut menjadikannya memiliki faktualitas yang tinggi pula. Oleh karena itu Trending Topik sangat bermanfaat bagi jurnalis dalam menentukan berita mana yang perlu di angkat dan di telusuri lebih jauh kebenarannya.

ANALSIS FENOMENA CITIZEN JOURNALISM SERTA KAITANNYA DENGAN PENDEKATAN MEDIUM IS THE MESSAGE

Fenomena Citizen Journalism atau jurnalisme warga adalah hal yang lumrah saat ini. Setiap orang kini dapat menjadi jurnalis tanpa memandang latar belakangnya. Apa hubungan atau kaitannya dengan Medium Is The Message? Dapat kita ketahui bahwa fenomena Citizen Journalism ini tidak lepas dari pengaruh media online sebagai fasilitator. Mudahnya akses yang dibutuhkan serta tersedianya wadah dalam menampung aspirasi tersebut adalah penyebab munculnya istilah jurnalisme warga.

Media Online adalah medium dan pesannya (message) ialah isi atau efek dari media online itu sendiri. Jadi kaitannya adalah media online sebagai medium memiliki efek terciptanya citizen journalism. 


Penerapan Citizen Journalism Pada Kompasiana

1
Logo Kompasiana
Pada era global sekarang ini, banyak media konvensional yang beralih ke New Media. Salah satu yang media terkenal yang juga mengikuti perkembangan zaman saat ini adalah Kompas. Seperti yang kita ketahui Kompas adalah salah satu media cetak nasional yang telah terbit mulai tanggal 28 Juni 1965 hingga sekarang. Mengikuti perkembangan jaman, Kompas kini memiliki stasiun TV sendiri yang diberi nama Kompas TV. Tidak hanya itu, kini terdapat blog bagi para jurnalis Kompas yang bernama Kompasiana.

Kompasiana yang pada awalnya dibuat untuk para jurnalis Kompas kini bertransformasi menjadi sebuah media warga (citizen media). Media yang dapat menampung semua tulisan warga tersebut menempatkan diri sebagai salah satu media yang tidak hanya diperuntukkan bagi para jurnalis saja. Kini Kompasiana juga menjadi tempat bagi masyarakat dari berbagai kalangan untuk ikut menjadi jurnalis, sehingga disebut jurnalisme warga (citizen journalism).

Fenomena ini menjadikan masyarakat umum sebagai sumber berita sekaligus penulis berita. Mereka dapat dengan leluasa menuliskan kejadian menarik yang terdapat disekeliling mereka untuk diketahui oleh khalayak. Kemudahan mendapatkan informasi terupdate serta informasi yang terbilang cepat kini menjadi hal yang mudah didapatkan. 

Dengan adanya fasilitas tersebut, masyarakat kini bisa menjadi jurnalis dengan hanya bermodalkan handphone. Menuliskan kejadian menarik yang di alami atau di lihat kini menjadi trend bagi masyarakat. Namun, apakah etika jurnalis juga diterapkan pada citizen journalism? Banyak pendapat yang mejelaskan hal tersebut, namun fakta yang terdapat dilapangan sering kali berbeda. Masyarakat yang menjadi jurnalis masih menjadi problematika. Pasalnya banyak warga yang kurang mengetahui prihal kode etik jurnalis. Permasalahan yang sering kali muncul adalah penyebutan "jurnalisme" yang ditujukan untuk warga, sementara disisi lain jurnalisme sendiri adalah sebuah profesi yang memerlukan keahlian khusus yang tak mudah didapat dengan instan oleh warga biasa.

Akan tetapi, dilihat dari keuntungan yang didapatkan dari citizen journalism sangat menyudutkan pendapat tersebut. Karena di era new media saat ini, sangat sulit untuk mengontrol opini atau tulisan warga.

Hubungan Antara Pernyataan "Medium Is The Message" dengan Era New Media

3
Medium Is The Message
Ketika berbicara tentang media online pastinya hal tersebut telah mencakupi new media. Melihat perkembangan new media dalam hal ini media online telah berkembang dengan sangat pesat. Informasi dapat diakses lebih mudah dibandingkan jaman dulu. Namun, apakah hal tersebut akan menyebabkan media konvensional seperti koran, majalah dan media cetak lainnya akan kehilangan kepopuleran atau bahkan sampai kehilangan penggunanya dalam kurung waktu beberapa tahun kedepan? Menurut saya hal tersebut bukan tidak mungkin terjadi. Karena seperti yang dikatakan oleh McLuhan dalam bukunya Understanding Media: The Extensions of Man, dikatakan bahwa Medium is The Message.

Dapat dikatakan bahwa pengguna media online telah meningkat dari tahun ke tahun. Contoh kecil saja dapat dilihat dari pengguna sosial media seperti facebook. Di Indonesia sendiri, pengguna facebook termasuk yang terbanyak di dunia. Dikutip dari JagatReview(dot)Com, terdapat lebih dari 64,6 juta warga Indonesia yang menggunakan facebook sebagai sumber informasi terupdate (30/01/15). Maka dari itu, bukan mustahil bahwa new media dapat mengalahkan media konvensional.

Melalui media cetak kita dapat mendapatkan berita yang memungkinkan kita untuk mengetahui informasi terbaru. Tapi jangka waktu terbatas serta banyak terdapat kekurangan bila di bandingkan dengan media online. Pada media cetak kita bisa saja mencari berita yang kita inginkan, misalnya kita menginginkan berita yang berisikan informasi seputar otomotif, kita dapat berlangganan majalah otomotif. Akan tetapi jaman sekarang dapat lebih mudah dengan menggunakan media online. Kita hanya tinggal memasukkan key words tentang apa yang kita cari pada mesin pencari seperti google, yahoo, bing, dan lain-lain, maka akan langsung menampilkan hasil dari key words yang kita tuliskan tadi. Bisa dikatakan jauh lebih mudah bukan?

New media juga dapat merubah kebiasaan seseorang. Dulu ketika waktu makan di restoran pastinya kita akan memilih menu makanan lalu akan memakannya saat makanan tersebut telah disajikan. Sekarang beda lagi, setelah makanan di sajikan biasanya akan difoto terlebih dahulu sebelum dimakan lalu dishare melalui akun sosial media bahwa dia sedang makan makanan tersebut direstoran yang dia tempati sekarang, agar orang lain mengetahuinya. Hal tersebut adalah informasi terupdate yang belum tentu diketahui oleh orang lain. Perubahan kebiasaan dan sikap kita ini merupakan salah satu contoh aplikasi konsep medium is the message yang disinggung di awal post.

Ketika memaparkan konsep ini, McLuhan memiliki artian tersendiri terhadap kata medium dan message. Ketika kita berbicara mengenai konsep medium is the message milik McLuhan, kita tidak berbicara mengenai medium sebagai media pada umumnya seperti TV, radio, koran, dsb. Serta message sebagai konten yang terkandung dalam media. Bagi McLuhan, konsep medium is the message berbicara tentang bagaimana semua karya dan inovasi yang merupakan perpanjangan tangan dari manusia (medium) memengaruhi dan memberi efek kepada masyarakat (message).

Jadi efek yang ditimbulkan oleh medium dalam hal ini media online tentu akan memberikan efek kepada penikmatnya. Namun, hal tersebut juga berlaku terhadap media cetak. Mengapa saya katakan begitu? karena koran, majalah dan media cetak lainnya juga memiliki peranan terhadap gaya hidup dan pola pikir masyarakat. Pikirkanah ketika dahulu mesin cetak belum ada, bagaimana masyarakat memperoleh informasi dan sekarang internet telah ada cara memperoleh informasi juga sudah lebih mudah didapatkan. Jadi bukan tidak mungkin bahwa peralihan media dapat terjadi karena adanya pengaruh teknologi. Namun, saya katakan bahwa teknologi tersebut juga merupakan message atau pesan itu sendiri. Karena dapat memberikan pengaruh atau efek terhadap masyarakat.

Intinya, dalam beberapa tahun kedepan mungkin akses untuk mendapatkan informasi akan lebih canggih dan mudah, namun media mana yang memberikan efek atau pengaruh lebih besar pastinya akan terus digunakan dan dipertahankan tergantung dari kebutuhan penggunanya.



Definisi Public Relations Dan Fungsinya Terlengkap

13
Definisi Public Relations
Definisi Public Relations Dan Fungsinya Terlengkap
Definisi Public Relations
1. Secara Umum
Public Relations adalah proses komunikasi dua arah yang bertujuan untuk mencapai opini publik sesuai dengan keinginan perusahaan/organisasi, terciptanya kepercayaan di masyarakat, adanya saling pengertian antara perusahaan/organisasi dengan publiknya, menumbuhkan citra positif di masyarakat, menciptakan partisipasi publik, dan lain-lain.

Keterangan
a. Opini publik sangat bergantung dari fungsi public relations, bagaimana seorang praktisi public relations (PR) membuat strategi dengan tujuan mempengaruhi atau mempersuasif publiknya agar sesuai dengan keinginan perusahaan/organisasi yang bersangkutan. Dalam melakukan hal tersebut, praktisi PR harus membuat planning dengan maksud tersebut. Anda dapat mempelajari bagaimana seorang praktisi PR membuat strategi disini.

b. Salah satu fungsi public relations adalah menciptakan kepercayaan publik terhadap organisasi/perusahaan. Perlu anda ketahui bahwa publik dan masyarakat itu berbeda. Masyarakat adalah semua orang yang ada dalam suatu wilayah atau negara, sedangkan publik adalah sekelompok orang dengan kebutuhan yang sama. 
Masyarakat dan Publik
Contohnya : Perusahaan obat-obatan, publiknya adalah orang-orang yang membutuhkan obat atau rumah sakit. Perusahaan obat-obatan tersebut harus bisa menciptakan kepercayaan terhadap rumah sakit agar mereka hanya mengambil obat dari perusahaan tersebut. Perusahaan obat sebagai distributor membangun ikatan kepercayaan tersebut dari strategi PR yang dibuat sebelumnya. 

c. Praktisi PR juga harus mampu menumbuhkan citra positif dalam rangka mencapai kepercayaan publiknya. 
Contohnya : Seorang calon presiden yang mengadakan kampanye agar dipilih saat pemilu. Calon presiden tersebut harus memiliki In-house PR sendiri dalam organisasinya atau menyewa konsultan PR untuk membuat strategi dalam rangka menciptakan citra positif.

d. Public Relations jaman dulu dapat dikatakan komunikasi searah yang hanya terus mempersuasif publiknya tanpa mengetahui keinginan publiknya. Namun, setelah perkembangan jaman public relations tidak lagi melakukan praktek komunikasi searah, namun sekarang menjadi komunikasi dua arah antara perusahaan dan publiknya. Hal tersebut dapat dilakukan karena adanya perkembangan teknologi IT sehingga media online menjadi wadah yang sangat bagus dalam mencapai komunikasi dua arah. Baca Kampanye Public Relations melalui media online disini

e. Setelah anda membaca semua keterangan diatas, dapat disimpulkan bahwa dalam melakukan fungsi PR dibutuhkan strategi namun sebelumnya seorang praktisi PR harus menentukan objektive dari strateginya terlebih dahulu. Bagaimana praktisi public relations menentukan objective, baca disini.

2. Secara Khusus
Public relation adalah fungsi khusus manajemen yang membantu membangun dan memelihara komunikasi bersama, pengertian, dukungan, dan kerjasama antara organisasi dan publik, melibatkan masalah manajemen, membantu manajemen untuk mengetahui dan merespon opini publik, menjelaskan dan menekankan tanggung jawab manajemen untuk melayani minat publik, membantu manajemen untuk tetap mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif, berguna sebagai sistem peringatan awal untuk membantu mengantisipasi tren, dan menggunakan penelitian dan teknik suara yang layak dalam komunikasi sebagai alat utama (Maria, 2002). Dalam buku dasar-dasarpublic relation (Wilcox dan Cameron,2006,p.5) juga mengatakan bahwa 
Membangun Kerjasama
“public relations is a management function, of a continuing and planned character, through which public and privateorganizations and institutions seek to win and retain the understanding, sympathy, and support of those with whom there are or maybe concerned by evaluating public opinion about themselves, in order to correlate, as far as possible their own policies and procedures, to achieve by planned and widespread information more productive corporation and more efficient fulfillment of their common interests”, yang artinya public relations merupakan fungsi manajemen dari sikap budi yang direncanakan dan dijalankan secara berkesinambungan oleh organisasi atau lembaga umum dan swasta untuk memperoleh dan membina saling pengertian, simpati dan dukungan dari mereka yang mempunyai hubungan atau kaitan, dengan cara mengevaluasi opini publik mengenai organisasi atau lembaga tersebut, dalam rangka mencapai kerjasama yang lebih produktif, dan untuk memenuhi kepentingan bersama yang lebih efisien, dengan kegiatan penerangan yang terencana dan tersebar luas.

Public Relations Menurut Para Ahli
Definisi lainnya masih menyebutkan bahwa PR adalah sebuah fungsi manajemen, seperti yang disebutkan oleh Cutlip, Center, & Brown :
PR adalah fungsi manajemen secara khusus yang mendukung terbentuknya saling pengertian dalam komunikasi, pemahaman, penerimaan dan kerja sama antara organisasi dengan publiknya, (Cutlip, Center & Brown, II000:4)

Beberapa tokoh dalam dunia komunikasi memberikan batasan-batasan atau definisi tersendiri tentang PR antara lain yaitu:John E. Marston (Modern Public Relation, 1979): “Public Relations is planned, persuasive coomunication designed to influence significant public”

Robert T. Relly (The Action of Public Relation, 1981):Public Relations Practice is the art and social science of analyzing trends, predicting their consequences, counseling organizations leaders, and implementing planned program of action which serve both the organization’s and the public interest.IPRA, “Public Relations merupakan suatu kegiatan yang bertujuan memperoleh good will, saling pengertian, citra baik dari masyarakat.”

J.C. Seidel, Public Relations Director Of Housing, State of New York (dalam Saoemirat dan Ardianto, II00II : 1II), yang berbunyi :Public Relations adalah proses yang terus menerus dari usaha-usaha manajemen untuk memperoleh goodwill dan pengertian dari para pelanggannya, para pekerjanya, dan masyarakat luas, ke dalam dengan mengadakan analisis dan perbaikan-perbaikan terhadap diri sendiri, ke luar dengan mengadakan pernyataan-pernyataan”.

Sukatendel (1990) dalam Ardianto (II004):“Suatu metode komunikasi untuk penciptaan citra positif dari mitra institusi atas dasar kesadaran untuk menghormati kepentingan bersama.”

Sekian definisi public relations kali ini, semoga anda menjadi lebih mengeri tentang public relations. Silahkan mengisi kolom komentar dibawah bila ingin menyampaikan komentar, kritik, saran atau pertanyaan. Terima kasih telah membaca di Opick Weblog

Download Artikel ini gratis sekarang juga!

Download

If Need Password : Opick Weblog

Kode Etik Periklanan di Indonesia

5
Kode Etik Periklanan
Kode Etik Periklanan di Indonesia
Iklan adalah salah satu sarana promosi yang melekat dalam hidup kita. Setiap hari kita sering melihat iklan, baik saat menonton televisi, mendengarkan radio, membaca koran, atau browsing internet. Namun, sebagai pengiklan atau pun konsumen iklan, apakah kita telah mengetahui kode etik periklanan yang seharusnya diterapkan di Indonesia ?


Tentu sebagai warga indonesia yang cerdas, kita harus mengetahui mana iklan yang melanggar kode etik periklanan dan mana yang tidak, agar kita dapat memilih iklan yang baik untuk dilihat ataupun didengar. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini, saya ingin memaparkan ulasan mengenai Kode Etik Periklanan di Indonesia menurut EPI (Etika Pariwara Indonesia). Saya juga menyertakan kode etik persaingan iklan yang seharusnya diterapkan serta beberapa contoh iklan yang melanggar kode etik. 
Lihat Preview dibawah ini
Kode Etik Periklanan
Kode Etik Periklanan
Kode Etik Periklanan
Untuk lebih jelasnya silahkan download full filenya, terima kasih.


If Need Password : Opickjhe74
Key Words: Kode Etik Periklanan di Indonesia , Kode Etik Persaingan Periklan , Contoh Iklan yang Melanggar Kode Etik Periklanan

Cara Membuat dan Mengiklankan Produk

5
Kali ini saya ingin berbagi ilmu yang saya dapatkan saat kuliah. Nama mata kuliahnya adalah Iklan Media Cetak. Di mata kuliah tersebut, saya di ajarkan untuk membuat produk yang nantinya akan di iklankan di media cetak. Saat itu saya di beri mandat untuk membuat produk obat anti nyamuk dengan inovasi terbaru. Jadi saya melakukannya melalui tahapan berikut :

1. Membuat Logo Produk
Logo produk sangatlah penting agar orang lain dapat melihat dan mengingat produk yang ingin dijual. Inilah logo produk obat anti nyamuk yang saya buat.
Cara Membuat Logo Produk
Logo Produk
Dalam logo tersebut dapat juga di tambahkan tagline. Dapat anda lihat, tagline dari produk saya adalah "Cleaning Mosquitos".

2. Membuat Packaging Produk
Cara Membuat Packaging Produk
Packaging Produk
Packaging produk tidak kalah pentingnya dengan logo produk. Bahkan banyak yang mengatakan bahwa packaging sangat amat penting karena itu adalah hal pertama yang akan di lihat oleh pembeli/customers. Jadi, kalau packaging nya tidak menarik perhatian pembeli, pasti mereka tidak akan mendekati produk tersebut, walau itu adalah produk unggulan sekalipun.

Disini dapat anda lihat, produk obat nyamuk saya adalah sebuah cat. Kenapa cat ? karena sesuai tema yang mengharuskan membuat produk dengan inovasi terbaru. Saya memilih membuat obat nyamuk berbentuk cat karena saya sering melihat banyak nyamuk yang suka hinggap di dinding, sehingga kalau catnya anti nyamuk, pasti nyamuk akan mati saat hinggap, atau akan menjauh dari ruangan tersebut karena tidak menyukai aromanya.

3. Membuat Iklan
Contoh Iklan Produk
Iklan Produk
Sesuai dengan mata kuliahnya, yaitu iklan media cetak, jadi saya membuat beberapa iklan yang nantinya akan di muat di koran atau majalah. Perlu di Ingatkan, ini adalah produk baru, jadi sebagai pengiklan kita harus perlu memberi penjelasan selengkap mungkin agar pembeli mengetahui produk yang dijual. Seperti memperlihatkan keunggulan, varian, tempat pembeli bisa mendapatkan produk, harga, dll untuk lebih lengkapnya, lihat iklan pertama.

Sedangkan Iklan lainnya sebagai pengingat saja.
Membuat Iklan Produk Menggunakan Corel DrawContoh Iklan Produk

4. Mempromosikan Produk
Cara mempromosikan produk biasanya berbeda-beda tergantung dengan kecocokannya. Kalau di perkuliahan saya di ajarkan dengan cara Promotion Mix. Bila belum mengetahui apa itu promotion mix, anda dapat membaca pada artikel sebelumnya yang berjudul Definisi Marketing Mix
Vector Poster Iklan
Iklan Event
Disini saya mencoba melakukan promosi dengan membuat event. Silahkan lihat contoh iklan dari event yang saya buat dalam rangka mempromosikan produk.

Dapat anda lihat event tersebut bertemakan "Happy Family Events". Dengan eventnya berisi berbagai macam game seru berhadiah, periksa gigi gratis, dan sekaligus konser musik.
Vector Kaos Event
Kaos Event
Saya juga membuatkan seragam khusus untuk para peserta lomba dalam event tersebut. Hal ini bertujuan agar logo produk yang ada di baju tersebut dapat dilihat oleh orang lain dan nantinya akan menjadi bahan pembincangan dari masyarakat, khususnya konsumen. Desain bajunya dapat anda lihat sendiri.

Sekian dulu informasi yang saya berikan dalam artikel ini. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, kepada Dosen saya bu Endang Winarsih. Terima kasih pula saya ucapkan kepada anda karena telah membaca di Opick Weblog. Silahkan berikan komentar, kritik atau saran di kolom komentar. Jangan lupa untuk Like fan page Opick Weblog dan Follow twitter @opickweblog untuk mendapatkan info lebih banyak seputar Ilmu Komunikasi.

Strategi Public Relations Manager

4
Strategi PR
Strategi Public Relations Manager
Salam semangat untuk kita semua ! dan semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat walafiat...
Kali ini saya ingin menjelaskan salah satu dari fungsi Manajemen Public Relations, yaitu Strategi PR (Public Relations Strategy). Sebelumnya saya telah membuat makalah dengan judul "Bagaimana Menentukan Objective dalam Public Relations". Sebagai seorang praktisi PR, kita juga harus mampu membuat perencanaan kedepan untuk masalah yang sedang di hadapi. Oleh karena itu, di butuhkannya strategi PR untuk mencapai tujuan tersebut.
Tanpa basa basi lagi, silahkan baca makalah buatan saya yang berjudul "Strategi Public Relations".
MANAJEMEN INDUSTRI PR

“Strategi Public Relations”

Bab I
Pendahuluan
1.1  Latar Belakang
Bila kita mencermati pemberitaan media begitu beragam kasus-kasus yang terjadi di internal maupun ekstenal perusahaan seperti gagalnya perusahaan melakukan IPO, demo pegawai menuntut kenaikan gaji, tudingan perusakan alam, atau bahkan perusahaan yang dinilai dalam kondisi prima secara finansial secara mengagetkan diberitakan akan dipailitkan. Kondisi ini memperlihatkan kepada kita kerentanan organisasi di era global. Dan ketika masalah sedang menimpa perusahaan, maka dengan seketika peran public relations mencuat ke permukaan dan fungsi sebagai ‘problem solver’ menjadi misi terpenting. Dalam konteks ini PR tak ubahnya seperti pemadam kebakaran saja, hanya diperlukan ketika ada masalah sedang terjadi.
Di era digital saat ini organisasi berhadapan dengan kastemer yang semakin cerdas dalam memahami dan menyikapi setiap pemberitaan media maupun pembicaraan publik. Meningkatnya globalisasi seiring dengan pesatnya perkembangan media dan teknologi secara otomatis telah merubah pola komunikasi dan perilaku masyarakat. Situasi ini menyulitkan organisasi untuk memprediksi secara akurat apa yang akan terjadi, hal ini mempengaruhi kerentanan organisasi dan dapat berdampak pada reputation risk. Menghadapi perubahan yang semakin dinamis, organisasi yang statis dan menjalankan business as usual hanya tinggal menunggu waktu untuk ‘karam’. Organisasi yang dinamis dalam merespon perubahan, inovatif dalam mengembangkan strategi korporat dan bisnis dapat bertahan dalam persaingan dan mampu menjaga keberlangsungan bisnisnya. Kondisi dan situasi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para praktisi PR untuk berkembang dari hanya sekedar menjalankan perannya sebagai communication technician menjadi berkontribusi dalam strategic management.
Sebagai sebuah profesi seorang praktisi PR bertanggung jawab untuk memberikan informasi, mendidik, meyakinkan, meraih simpati, dan membangkitkan ketertarikan masyarakat akan sesuatu atau membuat masyarakat mengerti dan menerima sebuah situasi. Bagian penting dari pekerjaan petugas humas dalam suatu organisasi adalah Membuat kesan (image) –kesan baik, citra positif, Pengetahuan dan pengertian –informasi, penerangan, penjelasan, Menciptakan ketertarikan, Penerimaan –pengertian, pemahaman, Membangun/menciptakan simpati publik. Kegiatan Humas adalah melobi, berbicara di depan publik atau melakukan pembicaraan publik (public speaking), menyelenggarakan acara, dan membuat pernyataan tertulis seperti rilis berita.
PR dalam definisinya dikatakan bahwa PR itu melekat pada manajemen. Manajemen tak akan  dapat berjalan sebagimana seharusnya tanpa adanya PR. Manajemen sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari, apalagi dalam kehidupan masyarakat modern seperti sekarang ini. Tak ada kegiatan yang dilakukan dalam dan oleh masyarakat yang tidak memerlukan manajemen. Dalam pengertian PR dinyatakan bahwa PR akan sukses dalam fungsinya apabila mampu menciptakan, membangun, dan mengembangkan relasi kita.
Kedudukan, peranan dan tugas Public Relations dalam sebuah organisasi (perusahaan/pemerintahan), jelas sengatlah penting. Sehingga pelaksanaan aktivitasnya harus dikemas seefektivas mungkin. Dan ini di antaranya bisa diraih dengan cara mempesiapkan dan mengaplikasikan program kerja Public Relations dengan baik dan tepat. PR harus diposisikan secara langsung berdekatan dengan manajemen. Hal ini sesuai dengan fungsi  manajemen di dalam organisasi. PR harus terletak pada lini garis staf manajemen puncak. Dengan begitu PR dapat mengorganisasi seluruh kegiatan komunikasi organisasi baik secara internal maupun eksternal. PR merupakan salah satu pendukung dalam mengatur organisasi atau perusahaan. Disini PR dalam kegiatannya merupakan profesi dalam melayani publiknya, dan ikut menentukan tujuan organisasi atau perusahaan dengan membuat rencana kerja, menciptakan strategi, melaksanakan rencana kerja, dan menilai hasil kerja.
Mencermati dan mengobservasi peran dan fungsi PR di sebagian besar perusahaan di Indonesia, PR masih diposisikan sebagai communication technician yang hanya berfokus pada publicity dan media relations. Pemahaman manajemen yang masih rendah tentang PR sering menjadi kendala bagi para praktisi dalam menjalankan fungsinya khususnya ketika dihadapkan pada berbagai permasalahan organisasi.
Oleh karena itu, seorang praktisi PR harus mampu merencanakan segala sesuatu dengan cermat dan tepat melalui fungsi manajemen, sehingga dapat membuat strategi untuk mengatasi masalah yang di hadapi oleh suatu instansi atau perusahaan. Lantas apa saja yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dalam strategi PR?
1.2  Rumusan Masalah
Manajemen PR dapat dikatakan sebagai penerapan fungsi-fungsi manajemen dalam kegiatan-kegiatan Public Relations. Dalam proses tersebut kita jumpai teknik-teknik dan koordinasi tertentu yang dipergunakan oleh kelompok orang-orang yang disebut manajer di dalam mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan itu sendiri. Proses ini pun mencakup fungsi-fungsi dasar dengan pendekatan analistik seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan dalam melaksanakan manajemen.
Berdasarkan hasil tersebut, analisis ini ingin mengetahui bagaimana seorang prakisi PR membuat strategi dalam public relations.
1.3  Tujuan
Analisis ini ingin mengetahui bagaimana seorang prakisi PR membuat strategi dalam public relations.

Untuk lebih jelasnya langsung download saja file-nya

Download Artikel ini gratis sekarang juga!

Download

If Need Password : Opick Weblog

Terima kasih banyak telah membaca di opick weblog, semoga bermafaat dan jangan lupa tinggalkan komentar sobat. Orang Bijak Gunakan Ilmu Padi (semakin berisi, semakin merunduk)

Objektive Public Relations Manager

0
Bagaimana Menentukan Objektive Public Relations
Bagaimana Menentukan Objektive Public Relations ?
Hello guys, gimana kabarnya? semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat agar dapat beraktivitas semaksimal mungkin. Amin
Pada kesempatan kali ini, saya ingin share ilmu yang saya dapatkan dari hasil tugas makalah yang telah saya buat dengan judul "Bagaimana Menentukan Objektive dalam Public Relations". Makalah ini termasuk dalam bidang studi komunikasi yang mengarah ke PR (Public Relations), khususnya di Manajeman Industri PR. Bagi yang tertarik untuk menjadi praktisi PR, langsung saja di pelajari buat bekal dimasa mendatang.
berikut ulasan singkat tentang isi makalah tersebut...

MANAJEMEN INDUSTRI PR
“Bagaimana Menentukan Objective dalam Public Relations”


Bab I
Pendahuluan
1.1      Latar Belakang
Sebagai ilmu pengetahuan Public Relations (PR) masih relatif baru bagi masyarakat Indonesia. PR sendiri merupakan gabungan berbagai imu dan termasuk dalam jajaran ilmu-ilmu sosial seperti halnya ilmu politik, ekonomi, sejarah, psikologi, sosiologi, komunikasi dan lain-lain.
Dalam kurun waktu 100 tahun terakhir ini PR mengalami perkembangan yang sangat cepat.  Namun perkembangan PR dalam setiap negara itu tak sama baik bentuk maupun kualitasnya.Proses perkembangan PR lebih banyak ditentukan oleh situasi masyarakat yang kompleks.
Dalam sejarahnya istilah Public Relations sebagai sebuah teknik menguat dengan adanya aktivitas yang dilakukan oleh pelopor Ivy Ledbetter Lee yang tahun 1906 berhasil menanggulangi kelumpuhan industri batu bara di Amerika Serikat dengan sukes. Atas upayanya ini ia diangkat menjadi The Father of Public Relations.
Perkembangan PR sebenarnya bisa dikaitkan dengan keberadaan manusia. Unsur-unsur memberi informasi kepada masyarakat, membujuk masyarakat, dan mengintegrasikan masyarakat, adalah landasan bagi masyarakat. Tujuan, teknik, alat dan standar etika berubah-ubah sesuai dengan berlalunya waktu. Misalnya pada masa suku primitif mereka menggunakan kekuatan, intimidasi atau persuasi ntuk memelihara pengawasan terhadap pengikutnya. Atau menggunakan hal-hal yang bersifat magis, totem (benda-benda keramat), taboo (hal-hal bersifat tabu), dan kekuatan supranatural.
Penemuan tulisan akan membuat metode persuasi berubah. Opini publik mulai berperan. Ketika era Mesir Kuno, ulama merupakan pembentuk opini dan pengguna persuasi. Pada saat Yunani kuno mulai dikembangkan Olympiade untuk bertukar pendapat dan meningkatkan hubungan dengan rakyat. Evaluasi mengenai pendapat atau opini publik merupakan perkembangan terakhir dalam sejarah kemanusiaan.
Dasar-dasar fungsi humas ditemukan dalam revolusi Amerika. Ketika ada gerakan yang direncanakan dan dilaksanakan. Pada dasarnya, masing-masing periode perkembangan memiliki perbedaaan dalam startegi mempengaruhi publik, menciptakan opini publik demi perkembangan organisasinya.
PR (Public Relations) menyangkut kepentingan organisasi, baik itu organisasi yang bersifat komersial maupun yang non-komersial. PR terdiri dari semua bentuk komunikasi yang terselenggara antara organisasi yang bersangkutan dengan siapa saja yang menjalin kontak dengannya.
Menurut (British) Institute of Public Relations (IPR) PR adalah keseluruhan upaya yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik (good will) dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya. Sedangkan menurut Frank Jefkins; 2003, PR adalah semua bentuk komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian.
Dalam suatu organisasi, baik itu profit maupun non-profit, perlu suatu departemen atau biro konsultasi PR. Departeman PR internal yang memiliki fungsi seperti penulisan iklan-iklan di berbagai media. Seorang praktisi PR dituntut untuk mampu mengerjakan banyak hal. Ia harus bisa menjadi seorang komunikator, seorang penasehat, dan sekaligus seorang perencana kampanye yang baik.
Departemen PR internal (Internal PR Departement) dari suatu organisasi atau perusahaan tergantung pada tiga hal utama, yakni :
a)      Ukuran organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.
b)      Kebutuhan perusahaan akan PR yang efektif dan nilai atau arti penting dari fungsi PR bagi pihak manajemen.
c)      Karakteristik khas PR bagi masing-masing organisasi atau perusahaan.
Didalam suatu organisasi, PR memiliki banyak fungsi komunikasi. Diperlukan manajemen PR yang mampu memanajemen segala tugas yang diberikan oleh atasan. Dalam pelaksanaan pekerjaannya seorang praktisi PR akan menggunakan konsep-konsep manajemen untuk mempermudah pelaksanaan tugas-tugasnya. Bahwa proses humas (tahapan fact finding, planning, communicating, evaluation) sepenuhnya mengacu pada pendekatan manajerial. Untuk keperluan pembahasan manajemen hubungan masyarakat, maka sementara manajemen itu dapat dirumuskan sebagai suatu proses dari kelompok orang-orang yang secara koordinatif, memimpin kegiatan-kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan bersama.
Untuk melakukan tugasnya, seorang PR harus mampu menentukan tujuan dan target yang akan dicapai. Oleh karena itu, bagaimana seorang praktisi PR menentukan objektive dalam melakukan tugas seorang PR.
1.2      Rumusan Masalah
Manajemen PR dapat dikatakan sebagai penerapan fungsi-fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, penstaffan, pemimpinan dan evaluasi) dalam kegiatan-kegiatan Public Relations. Dalam proses tersebut kita jumpai teknik-teknik dan koordinasi tertentu yang dipergunakan oleh kelompok orang-orang yang disebut manajer di dalam mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan itu sendiri. Proses ini pun mencakup fungsi-fungsi dasar dengan pendekatan analistik seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan dalam melaksanakan manajemen (POAC, Planning, Organizing, Actuating, Controlling).
Berdasarkan hasil tersebut, analisis ini ingin mengetahui bagaimana manajemen PR menentukan objective-nya.
1.3      Tujuan

Analisis ini ingin mengetahui bagaimana manajemen PR menentukan objective-nya.
Untuk lebih jelasnya, download file-nya


Terima kasih banyak telah membaca di Opick Weblog, berikan komentar, kritik, dan saran anda agar saya sebagai admin dapat memberikan informasi yang lebih baik lagi.

Konteks Tinggi dan Konteks Rendah dalam Komunikasi Antar Budaya

5
High and Low Context
Pengertian High and Low Context Dalam Komunikasi Antar Budaya

Definisi High Context and Low Context

High Context Communication
Komunikasi konteks tinggi adalah komunikasi yang bersifat implisit dan ambigu, yang menuntut penerima pesan agar menafsirkannya sendiri. Komunikasi konteks tinggi bersifat tidak langsung, tidak apa adanya.Komunikasi konteks – tinggi mengandung pesan relatif banyak terdapat dalam konteks fisik (physical context), sehingga makna pesan hanya dapat dipahami dalam konteks pesan tersebut. Dalam komunikasi konteks tinggi, makna terinternalisasikan pada orang yang bersangkutan, dan pesan lebih ditekankan pada aspek non – verbal (internalized in the person while very little is in the coded). Dalam komunikasi yang demikian, mengetahui suatu kata atau huruf hanya memberi sedikit makna bila tidak diketahui konteks penggunaannya.

Ciri-ciri Komunikasi Konteks Tinggi sbb: Typically short, pithy, and poetic (ciri komunikasinya yang singkat, penuh arti, dan puitis). Komunikasi konteks tinggi sangat mungkin dipahami jika digunakan di dalam kelompoknya sendiri (in group), tidak untuk kelompok luar (outsiders).Komunikasi konteks-tinggi bertipikal sedikit berbicara, implisit, puitis. Orang berbudaya konteks-tinggi menekankan isyarat kontekstual, sehingga ekspresi wajah, tensi, gerakan, kecepatan interaksi dan lokasi interaksi lebih bermakna. Orang dalam berbudaya konteks-tinggi mengharapkan orang lain memahami suasana hati yang tak terucapkan, isyarat halus dan isyarat lingkungan.

Dalam interaksi konteks-tinggi pesan dalam komunikasi akan mudah dimengerti oleh kelompoknya (orang yang berkonteks-tinggi).Sulitnya untuk mengatakan tidak, bagi orang Indonesia bukan sekedar basa-basi, situasi demikian benar-benar ada apa adanya (reality) di lingkungan kita sehari-hari, yang oleh Edward T. Hall dikatakan ‘places cultures along a continuum’ (bersemi ada dalam budayanya). Orang Indonesia lebih memilih diam daripada mengucapkan kata tidak secara langsung.

Closed System  selalu sering dihubungkan dengan  sistem masyarakat tertutup, yakni suatu sistem sosial yang mempercayai bahwa pandangannya (way of life) tidak dapat diubah oleh kelompok luar (Out-group). Disini peran kolektif cukup tampak menonjol, dibandingkan individu. Suatu Kelompok Sosial merupakan in-group atau bukan, tergantung situasi sosial. Sikap yang ada yang dimiliki oleh in-group pada umumnya didasarkan pada simpati. Selalu memiliki perasaan dekat dengan anggota kelompoknya. Budaya komunikasi konteks tinggi ditemukan dalam sistem sosial tertutup (closed system), seperti sistem sosial masyarakat Indonesia.   

Polychronic time, yakni lawan dari monochronic time sbb: Kurang bisa menghargai waktu, sering tidak tepat waktu kalau memberikan janji, dan kurang memiliki disiplin dalam menyelesaikan pekerjaan atau yang sering kita dengar dengan istilah suka ngaret. 

Bangsa Skandinavia dan Jerman tergolong dalam budaya bertipikal konteks-rendah, dan Amerika (terutama yang berkulit putih, anglo-saxon dan protestan) mempunyai tipikal konteks yang lebih tinggi dibanding Skandinavia dan Jerman, meskipun masih tergolong dalam budaya konteks-rendah. Sedangkan bangsa China dan suku Indian Amerika tergolong dalam budaya bertipikal konteks-tinggi.

Menurut Hall, dalam situasi tertentu dapat saja seseorang berkomunikasi dengan gaya komunikasi konteks tinggi dan di situasi lainnya bergaya komunikasi konteks rendah. Contohnya adalah orang Jepang. Orang Jepang dalam berhubungan dengan keluarga cenderung berkonteks-tinggi, sedangkan dalam berhubungan dengan orang luar atau orang asing, orang Jepang cenderung berkonteks-rendah. Selain itu, dalam suatu budaya bertipikal konteks tertentu dapat saja terdapat sub-subkultur yang relatif berkonteks-tinggi atau relatif berkonteks rendah. Misalnya, di Indonesia yang berbudaya relatif berkonteks-tinggi. Budaya jawa yang dominan mewarnai budaya Indonesia sangat bertipikal konteks-tinggi. Sebaliknya, budaya batak adalah budaya yang derajat konteks-tingginya paling rendah, meskipun tidak tergolong budaya bertipikal konteks-rendah. Orang batak cenderung berbicara langsung dan lugas, tanpa basa – basi.

Low context Communication
Komunikasi konteks rendah adalah komunikasi yang bersifat langsung, apa adanya, lugas tanpa berbelit-belit ngalor-ngidul. Karakter komunikasi semacam ini biasa terjadi di Barat, mereka sukanya to the point tidak suka basa-basi.

Pada umumnya, komunikasi konteks-rendah ditujukan pada pola komunikasi mode lisan langsung (direct verbal mode)- pembicaraan lurus, kesiapan non verbal (nonverbal immediacy) dan mengirim berorientasi nilai (sender-oriented values). Pengirim bersikap tanggung jawab untuk menyampaikan secara jelas. Dalam komunikasi konteks rendah, pembicara diharapkan untuk lebih bertanggung jawab untuk membangun sebuah kejelasan, pesan yang meyakinkan sehingga pendengar dapat membaca sandi (decode) dengan mudah.

Ciri-ciri Komunikasi Konteks Rendah yaitu, must be longer, more elaborated, and explicit (ciri komunikasinya bisa menggambarkan atau bisa juga menjelaskan hingga cukup tampak rinci dan panjang, dan saat itu juga disampaikan secara eksplisit).

Budaya konteks-rendah cenderung menganut “waktu monokronik”, waktu monokronik adalah waktu yang berjalan secara linear. Waktu linear dianggap berjalan dari masa lalu ke masa depan, seperti garis lurus, dan tidak pernah kembali. Waktu dianggap objektif, dapat dihitung, dihemat, dihabiskan, dan dibuang. Maka waktu menjadi berharga, sehingga muncullah pribahasa Time is money. Efisiensi waktu adalah ciri khas dari budaya konteks-rendah, one-thing-at-one-time, being on time,getting the job done by a deadline.

Terima kasih telah membaca di Opick Weblog. beri komentar agar saya dapat terus membagi ilmu yang bisa berguna untuk anda, juga berikan saran dan kritik yang bersifat membangun. Jangan lupa like fan page Opick Weblog dan follow twitter @opick00 agar anda lebih mudah mendapatkan ilmu seputar komunikasi.

Download Artikel ini gratis sekarang juga!

Download

If Need Password : Opick Weblog

Kampanye Public Relations Melalui Media Online

1
Kampanye Melalui Media Online
Kampanye Public Relations Melalui Media Online

MAKALAH
STRATEGI MEDIA
“KAMPANYE PUBLIK RELATION MELALUI MEDIA ONLINE”


KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada tuhan yang maha esa, karena atas berkat dan limpahan rahmatnyalah maka saya dapat menyelesaikan sebuah makalah dengan tepat waktu.
Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah makalah dengan judul “Media Buying”, yang mmenurut saya dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita untuk mempelajari lebih lanjut tentang strategi media.
Atas dukungan moral dan materi yang diberikan dalam penyusunan makalah ini, maka penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen bu Trimanah, S.Sos, M.Si selaku dosen pengampu mata kuliah Strategi Media.
Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya, penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna untuk itu penulis menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan. Akhir kata penulis sampaikan terimakasih.

Semarang, 07 Mei 2014
Muhammad Taufiq Nur

Bab I

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang
PR merupakan satu bagian atau satu departemen yang bertanggung jawab mendengarkan dan menampung segala kritik, keluhan ataupun saran dari masyarakat.
Peran PR dalam menciptakan opini dan image kepada consumer melalui publisitas harus selalu mengembangkan fungsinya dan mengikuti arus perkembangan dan perubahan bisnis yang ada.
Saat ini peran PR dalam menciptakan opini dan image kepada consumer melalui publisitas belum maksimal dan masih sebatas merespon komplain dan keluhan yang ada dalam surat pembaca.
Agar pengelolaan PR lebih maksimal dan profesional maka PR tidak hanya menjawab komplain masyarakat tetapi dituntut untuk menyampaikan informasi baik itu produk eksisting, produk baru maupun produk unggulan yang meliputi penggunaannya, manfaat, kelebihan dan kekurangannya melalui upaya publisitas melalui berbagai media yang ada. Tujuannya agar masyarakat lebih mengenali produk yang ada dan citra pelayanan mendapat pengakuan dari masyarakat/ konsumen serta menciptakan opini yang baik pada masyarakat.
Seiring dengan perkembangan jaman, media semakin canggih dan serba guna. Media sendiri adalah suatu wadah atau sarana dalam menyampaikan suatu informasi dari pengirim kepada penerima. Media adalah segala bentuk dan saluran yang dapat digunakan dalam suatu proses penyajian informasi. (Latuheru. Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar Mengajar Masa Kini. Jakarta : Depdikbud. 1988. Hlm 11)
Media yang populer sekarang ini salah satunya adalah media online. Media online adalah sebutan umum untuk sebuah bentuk media yang berbasis telekomunikasi dan multimedia (baca-komputer dan internet). Didalamnya terdapat portal, website (situs web), radio-online, TV-online, pers online, mail-online, dll, dengan karakteristik masing-masing sesuai dengan fasilitas yang memungkinkan user memanfaatkannya”.
Seorang praktisi PR yang memiliki peran penting dalam suatu instansi atau organisasi harus bisa mengusai media demi kepentingan perusahaannya. Salah satunya media yang diperlukan dalam proses kampanye adalah media online dan sering dikenal dengan E-PR.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka makalah ini mengangkakat rumusan masalah yaitu :
1. Apakah E-PR itu?
2. Bagaimana kampanye seorang PR melalui media online?

1.3 Tujuan
Dari rumusan masalah diatas, maka makalah ini bertujuan untuk :
1. Mengetahui apa E-PR itu.
2. Mengetahui Bagaimana kampanye seorang PR melalui media online.

Download Makalah ini gratis sekarang juga!

Download

If Need Password : Opick Weblog

Media Planning dan Contohnya

13
Definisi Media Planning dan Contohnya
Definisi Media Planning dan Contohnya
Media Planning adalah suatu proses dalam merancang suatu tata cara pelaksanaan yang menunjukkan bagaimana suatu komunikasi pada suatu waktu dan tempat akan digunakan sebagai kontribusi dalam mencapai tujuan marketing (Webmedia Independen).
Media Planning is defined as the process of designing a course of action that shows how advertising time and space will be used to contribute to the achievement of marketing objective (Bolen, 1986:464).
Fill (1995:324): “the aim of the media plan is to devise an optimum route for delivery of promotional message to the target audience”.

Tugas utama Perencana Media (Media Planner)

Memberikan jawaban terhadap pertanyaan:
“Bagaimana cara terbaik untuk menyampaikan iklan kepada calon pembeli dari suatu produk atau jasa”
BUKAN: menjual produk atau jasa yang diiklankan,
TETAPI: menyampaikan iklan/pesan kepada khalayak yang tepat, yaitu khalayak sasaran yang dijabarkan dalam strategi pemasaran

Tantangan Utama

Fungsi Media Planner
Menyampaikan iklan secara
  EFEKTIF
dan
EFISIEN


EFEKTIF :

  • Mencapai khalayak sasaran yang tepat
  • Menjangkau jumlah khalayak sasaran yang memadai
  • Frekuensi pemasangan yang memadai
  • Jangka waktu kegiatan
  • Penjadwalan kegiatan
  • Jangkauan geografis
  • Penempatan iklan dalam media terpilih

EFISIEN :

Murah belum tentu efisien
Mahal belum tentu efektif
Konsep efisiensi:
  • Harga yang dibayar per kontak terhadap khalayak sasaran, harga per pemirsa, pembaca, pendengar, dsb
  • CPM (cost per mile /thousand): biaya untuk menjangkau 1000 orang
  • CPRT/CPT (Cost Per rating Point): biaya untuk mendapatkan 1 rating point

Tugas Utama Departemen Media :

  1. Memberikan saran mengenai cara terbaik untuk menyampaikan komunikasi/pesan pengiklan kepada khalayak sasaran
  2. Melaksanakan pembelian tempat dan pemasangan iklan di media sesuai dengan rencana yang disetujui
  3. Melaporkan hasil pemasangan iklan di media

Peran Dept. media dan Perusahaan Periklanan

  1. Memberikan masukan pada departemen kreatif mengenai bentuk-bentuk kreatif (iklan) yang memungkinkan dengan mempertimbangkan anggaran yang ada, misalnya:
  2. Media cetak: ukuran yang memungkinkan; jenis kertas yang digunakan, bentuk tampilan, B/W atau Color)
  3. Media elektronik: durasi, bentuk-bentuk khusus (opening/closing billboard, bumper in/out, tag on,dll)
Sedangkan media buying dalam kegiatan perklanan adalah merupakan aktivitas dalam memilih institusi media, memonitoring dan mengevaluasi hasil dari kegiatan media planner. Fungsi yang dijalankan adalah pertama meliputi penyediaan informasi bagi media planner misalnya rating acara atau positioning suatu media, kedua negosiasi harga pembelian dan penyewaan waktu dan ruang pada suatu media, ketiga memonitor pelaksanaan kegiatan iklan seperti menghitung jumlah target audience yang tereksposure atau memonitor jadwal pelaksanaan iklan. Keempat mengevaluasi akumulasi efetivitas .kegiatan periklanan melalui media tertentu.

Kegiatan periklanan bisa dikatakan efektif, bilamana target audience atau sasaran iklan mampu dicapai. Untuk mencapai itu maka diperlukan perencanaan dan pemilihan media yang tepat. Untuk mendukung pendapat mengenai pentingnya perencanaan media iklan yang akan digunakan sebagai penyampai pesan iklan, Melvin de Fleur mengungkapan teori mengenai komunikasi satu tahap yang mempunyai sifat sifat :
  1. Mengakui bahwa tidak semua media memiliki kekuatan atau pengaruh yang sama terhadap audience.
  2. Memperhitungkan peranan selektivitas, sebagai faktor yang menentukan didalam penerimaan pesan oleh audience.
  3. Mengakui kemungkinan timbulnya reaksi yang berbeda beda dari audience terhadap pesan komunikasi yang sama.

CONTOH MEDIA PLANNING

Informasi Produk
Perusahaan : NESTLE
Brand : Nescafe
Khalayak Sasaran : 15 +
Geografi : Nasional
Periode : Juli 2014 – Desember 2014
Media : Cetak

Tujuan Media Placement
1. Memperkuat Brand Awareness Nescafe Pada Target Sasaran
2. Mendorong khalayak untuk memilih dan beralih pada Nescafe
3. Mencapai 85% khalayak sasaran dengan frekuensi rata-rata melihat minimal 3x

Analisa Persaingan Media
Kompetitor :
- Kopi Kapal Api
- Torabika
- Indocafe
- Top Kopi

Total Belanja
*Harga Paket Iklan di Koran Kompas tahun 2014
Banner Halaman 1 Reguler (FC), 7Kolom x 100 mm, 1 kali terbit = Rp. 330.000,00
Dan pemasangan iklan untuk kopi dalam seminggu 3x selama 4 bulan, diskon 30%. ialah
3 x 4 Minggu x 6 bulan x Rp. 330.000 = Rp. 23.760.000,00.
Diskon 30% = Rp. 23.760.000 x 30 : 100 = Rp. 6.828.000,00
Rp. 23.760.000 – Rp 6.828.000 = Rp. 16.932.000 (harga setelah diskon)
Ppn 10% = Rp. 16.932.000 x 10 : 100 = Rp. 1.693.200
16.932.000 + 1.693.200 = Rp. 18.625.200,00

Strategi Media
o Menggunakan strategi bauran media untuk memperluas jangkauan penetrasi dan menambah frekuensi
o Media Cetak digunakan untuk menyampaikan pesan dari iklan tersebut secara lebih lengkap dan untuk menjangkau khalayak sasaran yang lebih selektif.
Komposisi Pemilihan Program
Pada bulan juli - September
-sport 10%
-entertainment 40%
-Series 40%
-news 10%

Pada bulan Oktober - Desember
-entertainment 50%
-Series 40%
-news 10%

Strategi Media Cetak
è Menampilkan ikan display warna untuk menyampaikan iklan Nescafe dengan lebih menarik, sebagai pengingat untuk para pembasa
è Memilih Surat kabar yang memiliki tingkat kepembacaan yang tinggi di daerahnya
è Menampilkan pesan yang sesuai dan dapat menarik minat pembaca
è Pemasangan pada koran, majalah serta tabloid guna memperluas media cetak yang akan digunakan
è Sasaran yakni kalangan menengah kebawah hingga menengah keatas dengan menggunakan media cetak
è Pemasangan iklan pada tabloid dan majalah untuk mengajak remaja 15 tahun ke atas membeli produk nescafe
è Pemasangan iklan pada koran untuk mengajak orang tua membeli produk nescafe

Media Outline
Media Outline , Media Planning, Media Planner
Media Outline (Juli - Desember)

Baca Juga Contoh Media Planning Produk untuk contoh lain yang lebih lengkap. Silahkan tinggalkan komentar berupa saran atau kritikan Anda. Bila ingin riquest materi, bisa langsung tuliskan pula pada kolom komentar. Terima Kasih banyak telah mengunjungi Opick Weblog

Download Artikel ini gratis sekarang juga!

Download
If Need Password : Opick74